Sagu, Tanaman Ideal Untuk Lahan Gambut

Kayu api bencana yang terjadi di Indonesia 2015 dan kemudian merugikan hingga 2. enam juta hektar lahan, di mana 35 pct adalah gambut.

Pemulihan tubuh dari gambut (BRG) memperkirakan, butuh Rp 10 triliun untuk mengembalikan gambut selama lima tahun berikutnya. 1 langkah-langkah pemulihan ini adalah ditanam kembali dengan gambut.


Nazir mengatakan tanaman sagu, penggunaan gambut untuk mengambil konsisten dengan Presiden peraturan kuantitas 1 yr 2016, Yayasan BRG.

Menurut Nazir, tanah lembab, itu tanaman obat keluarga daun salam akan tumbuh secara signifikan subur sagu dan tidak mati. Budidaya sagu membawa dampak yang sangat karena ekologis, sagu mampu menyimpan air.

Dia menjelaskan, Sagu memang termasuk investasi jangka panjang karena itu delapan tahun baru di garis miring. Kemudian, inti.

Anggota Dewan pakar masyarakat kontemporer Indonesia sagu (MASSI) mengemudi saat mabuk Universitas berkata, pemanfaatan gambut untuk budidaya atau rumbia memiliki dampak yang sangat positif, tidak hanya secara ekologis tetapi juga ekonomi.

Menurut Mengemudi sambil mabuk, untuk sementara, sagu jenis tanaman hias pengusir nyamuk dapat membantu pemerintah mencegah kebakaran hutan besar di Lumut gambut.

Selain itu, di ujung ini multi-tujuan tanaman dapat membantu pemerintah mewujudkan keamanan pangan nasional, mengurangi impor bahan makanan utama, sumber-sumber energi pilihan masa depan, dan juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan sosial-ekonomi masyarakat pada umumnya.

"Itu sangat disayangkan bila besar sagu cukup potensial tidak dikelola dengan baik. Melihat fakta bahwa Filipina memiliki hampir lebih dari 90% dari seluruh area sagu di dunia, yaitu 5. 5 juta hektare dari total 6. 5 juta hektar wilayah sagu di dunia, "kata kata Bi.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sagu, Tanaman Ideal Untuk Lahan Gambut"

Post a Comment